Showing posts with label BahteraMahmudah. Show all posts
Showing posts with label BahteraMahmudah. Show all posts

Monday, July 31, 2017

future doctor and marriage

- bismillah -

"Being a physician is a marital stressor."
Either not getting/giving appropriate support needed, it depressed you. or lucky to have ones but later losing (death of) the loved ones, making one to risk for depression too.
Ever wonder why there are multiple verses in Quran mentioning about hazan? That Allah says one of the rewards of being His good faithful servant is that you shall not be sad? (Only Allah know the real meaning of 'sadness' mentioned in quran. But our job is to pray that we dont get sad in the dunia nor the akhirat punya sadness). And why our beloved prophet Muhammad said his prayer everyday in the ma'thurat to seek refuge with Allah from sadness?
Because depression and sadness are real challenges in life. Real threats. To the health, faith, life... Of which we need the ultimate protection to begin with.
Anyway, this medical path is beautiful since it makes us to not love/enjoy/take for granted the dunya sooo much than the hereafter. Seeing defects and perfections of creations everyday, diseases and cures complementing one another, should soothe our wild soul yearning for freedom from scheduled fate, freedom from obeying our Creator. There are multiple ways to tame the naughty cheating lost souls from just wandering around.
Remember Him. Get attached with Him. The only way out during our ups and downs.
Advices to the current and future me, and around me.
16/5/17 Facebook post.

my opinion after reading the below article:

Doctors and Depression: Suffering in Silence

Saturday, September 12, 2015

bagai ikan terkeluar dari air (a fish out of water)

- bismillah -

si A nak skrip kehidupan si B, si B rasa nak skrip kehidupan C, dan begitulah kitaran manusia yang tak pause dan ponder, hidup ini sudah terbaik skripnya buat masing2.

lepas bayi, jadi kanak2, jadi dewasa, kemudian tua. tangga dan stage kehidupan yang harus ditempuh dengan skrip sendiri, kerana hidup ini unik, tak sama dengan orang lain. nasib (fate) kita tak sama.
ada orang lepas sekolah, kerja. lepas kerja, kahwin. lepas kahwin dapat anak.
ada orang lain pula lenggok perjalanan hidupnya.

kadang, kita kena rasa, hidup ini sepenuhnya berjalan atas perancangan Tuhan, bukan kuasa pilihan kita semata2, apatah lagi manusia lain yang membuat penentuan.

tiada istilah hidup ini perlu ikut sekian2 skrip.

hidayah dan taufik, membuahkan amal soleh. kalau perkahwinan itu amal soleh, hidayah nya datang dalam bentuk kesediaan kita dan taufiknya datang dalam bentuk persediaan kita.
dan banyak lagi hidayah dan taufik yang Allah boleh hadirkan.

fuh.

sepanjang perjalanan menuju garis penamat, iaitu akhirat, hati perlu celik, berhati2 dan meletakkan sepenuh pengharapan kepada Tuhan, moga sepanjang jalan dan pengakhiran nanti moga baik2 saja.

Allah letak aku di jalan ini, supaya aku tempuhinya, supaya aku lalui dan gagahkan juga hati utk sampai ke penamat. jika sakit ditengah jalan, perlu berusaha sembuh utk teruskan ke penamat. jika terlalu bahagia di tengah jalan, perlu kuatkan hati untuk berlalu sebab destinasi masih belum dijejaki.

"aku tak tahu kenapa aku di sesuatu tempat ini, melainkan Tuhan membawa aku ke mari"....dengan izin-Nya..

hari ni 12 september, aku buat perancangan yang aku akan berada di atas awan, terbang semula ke jordan. dan rupanya Allah bawa aku ke tempat lain. ke sebuah gerbang.

aku mengaku aku gementar. tapi ibu dan ayah tak pernah memperkecilkan semangat aku. melangkah di persimpangan jalan ini, aku harus percaya dan yakin diri, walau apapun yang akan muncul di hari depan, aku harus sedar bahawa Tuhan tidak pernah biarkan aku keseorangan selagi aku mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Tuhan, beri aku kekuatan.

tadi saya pergi satu tempat. dan saya rasa sangat asing. betulke aku di sini? orang lain datang dengan matlamat yang jelas, aku datang membawa diri. aku mengaku aku rasa terasing, tapi aku pujuk hati, Allah pilih aku untuk situasi ini, dan situasi ini situasi terbaik. moga2. khauf dan raja' hanya pada Tuhan.

doakan.

dan bila aku temui sesuatu kekurangan itu, baru aku sedar, aku telah merasai segenap kelebihan. kerana jika tidak mengenal baik, maka tidak akan pernah tahu apa itu buruk...

lup dup.

Sunday, August 16, 2015

#1 be humble

- bismillah -

Hari ni sekali lagi burung kat luar rumah kejutkan bangun subuh, membuatkan aku sedar yang aku masih di kampung, masih di bilik kesayangan. Bilik yang banyak berkongsi rasa dan segala jatuh bangunku. 

Semua ini pinjaman dari Tuhan. Sekelip mata, akan kembali kepada-Nya juga. Jika aku rasa aku ada banyak, maka ada orang lain yang ada lebih dari aku. Jika aku rasa aku kekurangan, maka ada orang yang lebih kekurangan daripada aku. 

Kaya atau miskin, rendah diri itu penting. Jangan meninggi diri. Jika kita tak mampu jadi humble, kita akan benci pada kemiskinan. Bukankah itu sifat yang diapi2kan oleh syaitan? Jangan benci orang miskin dan kekurangan. 

Aku pernah naik bas, dan duduk sebelah anak kecil yang aku tahu dia tak mandi untuk beberapa tempoh. Aku mengaku, kalau lah aku dilupakan untuk ingat anjuran Quran supaya mengasihi anak yatim dan fakir miskin, dan doa Nabi yang meminta pada Tuhan untuk dianugerahkan rasa kasih kepada orang miskin, maka aku pasti akan menyombongkan diri dan memandang rendah kepada anak itu. Nauzubillahi min zalik. 

Be humble. 

Jika si miskin/kekurangan, mungkin diuji dengan kekayaan/kelebihan orang sekeliling. Anak sedara kita hebat, anak sendiri kaya, mak ayah kerja besar, apa saja yang kita rasa kita ada kelebihan, janganlah jadikan itu sebagai tiket untuk kita meninggi diri. Jadilah rendah diri, siapa tahu di akhirat nanti kita ditinggikan?

Enggang sama enggang, pipit sama pipit. 

Sombong dan tinggi diri itu akan hinggap pada semua. Kaya atau miskin, kalau tiada sifat humble, segalanya nampak rendah. Seorang anak bandar yang kaya tidak akan mampu hidup sederhana dan kekurangan di kampung jika tiada sifat merendah diri. Apatah lagi menantu yang asalnya orang luar daripada keluarga. 

Miskin kah dia, kayakah dia, carilah sifat humble dalam dirinya. 

Saturday, December 6, 2014

Love is... learning from Siti Hajar a.s.

- bismillah -

I happened to hear a ceramah from youtube this morning. The ustazah mentioned about Siti Hajar, the wife of Nabi Ibrahim and her perseverance with finding ways to survive in the bare open desert.

Siti Hajar isteri Nabi Ibrahim ialah ikon kesabaran, ikon juhud.

the significant Safa and Marwah saie, is for us to reflect that we shouldnt complain much. find ways for the solution of any problem we are facing, dont just sit, sleep and hoping that food and water will come to us after waking up.

i learnt that there are many types and definitions of love.
we hear about our Nabi Muhammad and his wives, Sulaiman, Yusuf and other Nabi.

as for the love that ties Nabi Ibrahim and Hajar, it's about sacrifice, trust, and patience. the family moved from Palestine to Makkah, (estimatedly from this part of earth that i'm living now, full of rocks and mountains, elevations, to a far far away land with no airplanes!), this can only be done with a great effort that is strengthen by a high determination to sacrifice, lillah. we can sacrifice money with no big deal if we have plenty of it, but sacrificing our previous life to move on to the unknown world is like sacrificing the best for the worse. but with deep trust in Allah and His plan, they managed to carry it well. Hajar asked her husband why did he left them there alone at the open desert, is it an order from Allah?, and when Ibrahim admitted it, she felt relieved and put all her trust in Allah and her husband. she continued living with her only son, at the deserted place, instilling the fact and faith that there would be no harm as Allah would take care of her and her child. Allah wouldnt let them go into despair. Allah would help them. she kept living with patience.

so love is about sacrifices, trusting and being patient as in this context of story.

i wish i can go to perform hajj and umrah with knowledge and eman. may i dont forget this story of great determinations and not complaining over hardship when i am performing saie later.

pray that may i have the love. may i have the meaning of love.
fillah. lillah.

"cinta yang menambah taqwa, itulah cinta ke syurga." - quoted from the video that i watched just now.

here's the link.
http://www.youtube.com/watch?v=e2N76QWtt60

that's all that i want to share..thanks.

Monday, August 25, 2014

Relationship is a dynamic matter

- bismillah -

What is seemed to be strong may be fragile inside, 
What is seemed to be confidence may be very anxious inside,
What is seemed to be gentleman may be typical inside. 

It is what we see,
It is what we potray,
That characters do evolve over time.
A person you know now maybe somebody you dont even know a decade later...

Relationship is a dynamic matter 
:) 

irbid - 25.8.14

***
Wrote this on my facebook status update.

And my sis commented the following:
all these 'duniawi'. bahan utk ujian yg disediakan utk ukur kelayakan kemasukan syurga atau neraka. even syurga pun ada a few based on taqwa diri. sometime Allah uji dgn apa yg kita 'tiada', most of the time Allah uji dengan apa yang kita 'ada' kerana kadang2 kita lupa apa yg kita 'ada' itu hanyalah sekadar pinjaman. may our journey to jannah will be easier....love our relationship

betullah. dapat hubungan yang baik sekarang ialah pinjaman, bila sampai masa hubungan tu jadi kurang baik/terputus hubungan maka nikmat tadi itu pinjaman yang dah pulang kepada Peminjamnya...

it is a matter of being grateful sementara masih ada :)
juga being grateful waktu 'tak ada' kerana itu juga satu nikmat...

***
am sorry sis Teterbang...i cant reply in my previous post..something is wrong with the coding for comment form. haiyah.

thanks anyway :D


Saturday, August 23, 2014

Sudikah kau menerimaku dalam hidupmu?

- bismillah -

Sudikah kau menerimaku dalam hidupmu?

zzz. cut the drama.

The truth is, one should bear in mind like this,
"Sudikah kau menerimaku ketika hayatku, dan sudikah kau memulangkanku kepada Penciptaku apabila tiba masanya?"

Hanya pasangan yang kuat dan tahu matlamat akhirat, akan merasa kasih sayang Allah di sebalik kehilangan pasangan halal dunianya.

Beberapa kisah sedih dan 'tidak sangka' berkaitan rumah tangga berlaku dengan orang sekeliling baru-baru ini. Hinggakan saya terfikir, masa kahwin dulu mesti tak expect perkara-perkara macam ni akan terjadi...

Ada yang selepas hampir sedekad, timbul masalah.
Ada yang belum masuk ulang tahun kedua perkahwinan, sudah berpisah.

Itu semua takdir tuhan.
Ada yang berpisah, sakit kerana dipukul.
Ada yang berpisah, sakit kerana ditipu.
Ada yang berpisah, sakit kerana diambil kesempatan.
Ada juga... yang berpisah, sakit kerana ditinggalkan...
Ada juga yang berpisah, merasa sakit kerana pasangannya telah kembali kepada Tuhan.

Aku tak tahu antara semua itu, manakah yang paling dalam sakitnya.
Tapi aku percaya, berpisah untuk kebaikan adalah yang paling baik.
Berpisah dengan kaki pukul, adalah untuk hidup lebih dihormati.
Berpisah dengan pasangan yang baik, adalah kerana syurga menanti.
Berpisah dengan pasangan yang jahat, adalah kerana Allah mahu melindungi.
:)

Ada yang berpisah kerana Allah mahu membawanya ke syurga.
Ada yang berpisah kerana dia jahat lalu Allah mahukan pasangannya ke syurga.
Ada juga yang berpisah kerana Allah mahukan mereka berdua pasangan itu ke syurga.

Mengambil ibrah surah kahfi, setiap apa yang Allah buat itu untuk kebaikan, jika Allah mengkehendaki kebaikan kepada hamba-Nya.
Kematian, kehilangan harta, kena bekerja, semua itu untuk mendapatkan perkara yang lebih baik di masa hadapan.
Dalam satu kisah, dicabutnya nyawa seorang anak kerana Allah mahu menjaga kedua-dua ibu bapanya daripada menjadi hamba yang berdosa kerana anaknya akan membawa masalah di masa mendatang, malah Allah akan menggantikan kepada mereka dengan anak yang soleh.

Sebuah perahu dirosakkan, milik seorang nelayan miskin. Jika baik keadaan perahu itu, maka perahu tersebut akan dirampas oleh raja negeri itu yang zalim. Maka, membaiki perahu yang dirosakkan adalah lebih baik daripada kehilangan perahu selamanya.

Sungguh, ibrah surah al-kahfi amat luas. Supaya kita tidak persoal terhadap apa yang berlaku dalam hidup ini.

Kembali kepada persoalan ini,
"Sudikah kau memulangkanku kepada Penciptaku apabila tiba masanya, sesudah kau memilikiku?"

Mampukah aku menjadi pasangan yang faham dan redha bahawa aku dan pasanganku adalah milik Tuhan? akan kembali kepada-Nya pada bila-bila masa.

Maka sungguh absurd rasanya melihat sweetness yang ditayangkan di instag.
Sungguh sempit pemikiran kalau fikir kahwin mesti hingga berpuluh tahun lamanya.
Biarpun sehari, perkahwinan itu tetap mampu mengecap bahagia.
Asalkan kita tahu mensyukuri.
Asalkan kita tahu menyimpan memori.
Asalkan kita tahu, menghargai.

Appreciating, is an act of sincerity.
It is not for the most like-receiving in instag, nor never it is for the most share of sweetness in facebook.
All i know, appreciating is to be glad when our partner is around, and appreciating is to be strong when he has gone. To be able to practice good roles as husband and wife, to be able to stick to Allah no matter what.

Apabila seorang lelaki meninggalkan isterinya yang sedia baik untuk seorang perempuan lain, maka dia leka dan lupa bahawa ramai balu ditinggalkan oleh mereka syahid dalam pekerjaan.

Ada yang diuji, pasangan berpisah lalu si suami kembali kepada kekasih lama
Ada yang diuji, pasangan berpisah lalu si suami kembali kepada ibu dan keluarganya
Ada yang diuji, pasangan berpisah lalu si suami kembali bertemu Tuhan-Nya

maka berbahagialah para isteri yang kehilangan :')
moga hidup di dunia sementera ini tidak menggoyahkan iman
bahawa jannah itu ada disediakan oleh Tuhan

jika dia pasangan kita meminjamkan kenangan indah ketika hidup bersama-samanya, maka itu satu nikmat yang sangat berharga Allah hadiahkan
dan hadiah itu akan kembali semula, in shaa Allah akan dihadiahkan lebih baik lagi di akhirat

jika dia pasangan kita meminjamkan kenangan tidak indah ketika hidup bersama-samanya, maka masih ada nikmat yang sangat berharga menunggu kita, menunggu di sana
dan hadiah itu akan kembali semula, in shaa Allah akan dihadiahkan lebih baik lagi di akhirat
bertemu dengan penerima yang benar-benar mengimpikannya

moga Allah terus bantu, buat kalian pada pasangan yang diuji!

alhamdulillah

Alhamdulillah :)