Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2015

A young doctor-to-be i am

- bismillah - 
I read this somewhere over the internet. 
There is a boy from a poor family who wanted to be a doctor but the tuition fees are damn freaking high to get a medical degree. In order to achieve his dream to be a doctor and enter university, he had to make sure he did very well in his studies so that he could earn a full scholarship to enter medical school and also to continue receiving the scholarship while in the university. So this young boy read every page of his text books 20 times! Today this doctor is highly respected in his field and my friend is very grateful to him for saving his father's life. 
The above italics excerpt was taken from www.ringgitwisefool.blogspot.com
Sounds familiar for me though. 
I suffered academic downfall, from among the top students in school, state and i guess the country, i sat timidly in class and in exam during my preclinical years. The first semester on the first year, i manage to obtain 90+ for all of the subjects. I am not bragging bu…

#1 be humble

- bismillah -

Hari ni sekali lagi burung kat luar rumah kejutkan bangun subuh, membuatkan aku sedar yang aku masih di kampung, masih di bilik kesayangan. Bilik yang banyak berkongsi rasa dan segala jatuh bangunku. 
Semua ini pinjaman dari Tuhan. Sekelip mata, akan kembali kepada-Nya juga. Jika aku rasa aku ada banyak, maka ada orang lain yang ada lebih dari aku. Jika aku rasa aku kekurangan, maka ada orang yang lebih kekurangan daripada aku. 
Kaya atau miskin, rendah diri itu penting. Jangan meninggi diri. Jika kita tak mampu jadi humble, kita akan benci pada kemiskinan. Bukankah itu sifat yang diapi2kan oleh syaitan? Jangan benci orang miskin dan kekurangan. 
Aku pernah naik bas, dan duduk sebelah anak kecil yang aku tahu dia tak mandi untuk beberapa tempoh. Aku mengaku, kalau lah aku dilupakan untuk ingat anjuran Quran supaya mengasihi anak yatim dan fakir miskin, dan doa Nabi yang meminta pada Tuhan untuk dianugerahkan rasa kasih kepada orang miskin, maka aku pasti akan menyombong…

Terus berharap!

- bismillah -
Harapan. Dulu aku takut untuk mempunyai harapan. Kini aku sedar, harapan itu ialah doa. Jangan pernah takut dalam berharap. Jangan pernah kecewa apabila mengharap. Kerana sesebuah doa itu, jika tidak mendapat seperti kehendak kita, maka Allah sentiasa memberikan yang terbaik untuk pemohon. 
Syaitan akan sentiasa menjadikan manusia supaya berputus asa, tidak positif langsung dalam berharap. 
Aku punya harapan. Kamu punya harapan. Harapan kita berbeza-beza, tapi harapan2 itu ditujukan kepada Tuhan yang sama. Hanya Allah tempat berharap. 
"Oh Tuhan, jika hidup lebih baik untukku, maka hidupkanlah aku. Jika kematian lebih baik untukku, maka matikanlah."
Ini doa yg didapati dalam sunnah Nabi, maaf saya tak hafal lafaz yang lengkap.  Tapi doa ini tidak mengajar kita untuk berputus harap, sebaliknya, dengan meminta kematian pun ialah sebuah permintaan bahawa masih ada ruang untuk berharap selepas berlalunya kehidupan. Dengan meminta doa ini, kita mengharapkan jalan keluar d…

The future that we have no control

- bismillah -
I was inside the car when i talked to ayah about my worries. I told him that i'm afraid of what will happen in the future. 
Ayah said, well, nobody knows what will happen in the future. He said that he totally had no idea back then how is his life going to be today. It is a gift from Allah. And after all those good things happened throught out his life, he has had enough and only pray for a blisful age. Sekarang, ayah hanya minta panjang umur dalam keberkatan. Amin. Me too. 
Actually, ayah knew i was sad about a man's death that was mentioned in the news. He was a doctor, a young man, leaving behind his families. 
I was thinking,  Am i ready to build my own family when one day, my partner or me is going to leave each other? Am i ready to accept when one day i have to lose them?
Well, death is real and going to happen. I dont feel bad about it. What i'm worrying about is the separation of partners by other means, not only by death. 
Who knows, The one who we are madly …