Thursday, July 17, 2014

Catatan Ramadan 1435H 19th: mh17

- bismillah -

Ramadan yang pilu. bulan yang sayu.
Saya dikejutkan dengan berita mh17 melalui kakak. ketika itu, saya dalam perjalanan ke sebuah rumah hartawan arab untuk berbuka puasa.

sebuah pesawat ditembak tanpa penjelasan. akal seolah tidak boleh mencerna, apa yang sebenarnya berlaku? kaca yang jatuh terhempas lagikan pecah berkecai, ini pula sebuah pesawat yang tingginya beribu-ribu kaki di udara.

entah apa pertimbangan mereka yang melakukannya...

kesedihan ini tidak dapat mengundur semula masa. namun, sungguh, perasaan empati ini sangat menyesakkan dada. takziah pada keluarga. entah bagaimana hebatnya amal mereka hingga diuji hebat sebegitu rupa. masyaAllah.

segalanya sudah tertulis. dalam ketentuan dan keizinan Allah. bukan untuk menganiaya sesiapa melainkan Allah lah pembela mereka yang beriman.

Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia. baginya segala puji di dunia dan di akhirat, dan kepada-Nya kita kembali.
- tak ingat surah apa -

Apakah kamu merasa aman, sedangkan bila-bila masa saja di langit dan di bumi kita akan ditimpa bahaya?
- al-mulk-

hanya pada Allah kita kembali. mati itu bukan sia-sia. itulah pujukan terbaik. dunia ini ada akhiratnya, bukan sekadar terhenti di sini....

***
sebagai orang yang Allah izin kena naik kapal terbang bila nak balik malaysia, Allah, berita ini menggerunkan dan menghantui saya. fobia mh370 masih tak hilang. oh, langit yang luas itu juga tidak selamat!

saya selalu terfikir, di hidup sekarang ini saya ada kehidupan sendiri, jika ditakdirkan terhempas mana-mana macam cerita lost tu, Allah susahnya nak survive. agama kena tegakkan, solat kena jaga, aurat, dan paling penting aqidah, jangan goyah. moga tidak diuji seberat itu.
itu kalau kes terhempas dan masih hidup....
kalau kes terhempas lalu mati... entah lah.

"sebab tu lah kita kena solat musafir... mana tahu ini permusafiran kita ke tempat kematian. apabila sampai ajal, Allah akan mudahkan perjalanan kita ke tempat kematian."
sahabat saya pernah pesan masa tahun satu dulu.

jangan sedih farhana.
sungguh ini satu perjalanan kembali kepada Tuhan,
untuk hidup di akhirat yang lebih banyak kurniaan.
berserah dirilah.
bertaqwalah.
agar mati dan hidupmu dalam rahmat Allah selalu.

innalillah...
dari Allah kita datang, kepada Allah kita kembali.
maka berlapanglah hati.

No comments:

Post a Comment

Serve the immediate community

- bismillah - This morning, i went to a private hospital to accompany my mom. I met a passionate consultant who's seeing my mom for her...