Tuesday, March 25, 2014

Orang Jauh

- bismillah -

(Takziah pada semua yang terlibat dalam mh370. Hanya Allah sebaik2 pemberi kekuatan di sebalik ujian ini.)

Ibu, ayah dan keluarga berada 8000km jauh dariku. 
Dari usia belasan mengenjak ke 20-an, aku membesar dari seorang remaja kepada seorang awal dewasa. 
Tanpa mereka yang terdekat di sisiku. 

Suasana sekeliling menjadi acuan memberi bentuk,
pada sekeping jasad dan ruh yang tertiup. 
Isinya tumbuh dengan didikan kasih sayang dan penuh hormat
dari kedua tangan ibu dan ayah
yang terbina dari rumah berhadapan sawah. 

Aku tidak sedar. 
Tapi sedikit demi sedikit erti kehidupan menjadi perencah dalam hidupku seharian. 
Aku belajar menguruskan diri. 
Aku bertatih membina survival, agar terus hidup. 
Memikirkan makanan, pakaian dan tempat tinggal. Juga kesihatan. 
Menguruskan jual beli dan sewaan. 
Aku belajar menjadi dewasa. 
Sungguh perubahan alam ini bukan mainan dan angan-angan. 

Tanpa aku sedar, 
Kedewasaan itu tiba juga 
walau jauh di hatiku masih merindu 
dan belum pula aku puas bermanja. 
Kasih mereka sampai, 
tapi aku masih kekontangan. 
Pada fikiranku, aku bukan dewasa lagi. 

Masa terus berlalu. 
Sudah 3 tahun aku hidup sendiri. 
Bertemankan kawan dan lawan,
berbekalkan azam dan iltizam, 
berpandukan pengalaman dan cubaan. 

Akan sampai suatu masa, 
Aku harus berlari mengejar realiti. 
Menuju dewasa pada dinihari, 
bukan lagi anak kecil yang hanya penting diri. 

Maafkan aku ibu, 
Memilih belajar jauh darimu. 
Maafkan aku ayah, 
Aku melalui jalan yang payah. 
Maafkan aku kakak, 
Andai membuat dadamu sesak. 
Maafkan aku abang,
Doakan adikmu ini terus cemerlang. 

Apabila aku memilih untuk menerima dan menyayangi, 
Maka aku harus bersedia untuk kehilangan dan perpisahan. 

Oh hati, terbukalah untuk menerima. 
Bersedialah untuk kehilangan.
Berserahlah untuk segala ketentuan. 

Thursday, March 13, 2014

Indahnya memaafkan

- bismillah -

Assalamualaikum :)

Alhamdulillah. 
Dulu2, kecik2, kalau rosakkan atau jatuhkan apa2, mesti kena marah. 

Tapi suatu hari, saya pecahkan pasu. Retak ja. Pasu tu pulak hadiah birthday mak kalau tak salah. Lama, saya simpan dlm kotak bawah katil. Masa ni tadika kot. Tapi yang pasti bukan sekolah menengah. 

Takut mak marah. Nanti kena rotan. Sebab dua tiga tahun sebelum tu ada main penapis santan dan ntah apa jadi lepaa tu kena rotan. Hihihi. Takpe, kenangan tu pun dah samar2. 

Balik kepada cerita pasu, one day saya beranikan diri bagitau mak pasal tu. 

Dan mak tak marah!

Dan sejak tu saya melalui satu fasa perubahan. Orang yang tak sengaja buat salah memang tak salah! Sejak itu, saya tak pernah takut kena hukum bila kesalahan yang dibuat tak sengaja. Dari kanak2 penakut dengan kesalahan kepada mentaliti up sikit, berani. 

Dari ibu kepada anak kecil kepada ibu kepada anak awal remaja. 
Pandai mak guna psikologi. :) kecik2 garang tapi dah besar sangat penyayang!

Begitu juga ketika masuk ke darjah 5 dan 6. Orang kata, cikgu matematik garang. Tapi bila masuk kelas, cikgu suka buat lawak dan sangat baik. Pelik bila orang kata cikgu garang. Rupa2nya, hanya orang tak siap homework saja selalu kena cubit!

Dan psikologi saya berubah lagi, orang takkan garang atau marah tak bertempat kalau kita jadi baik. Cikgu bukan untuk ditakuti, tapi untuk jadi strong support system kita. 

Masuk tingkatan 4 & 5 pun sama. Orang kata cikgu2 saya paling garang dalam perlis. Hehe. Tapi alhamdulillah, mereka banyak buat lawak, banyak berkongsi pengajaran dan nasihat. Cuma ada jugalah ketika tak hantar nota (homework saya suka buat, nota jammed), cikgu marah. 

Masa zaman anak2, kalau dimarahi kita akan menangis sedih atau sakit. 
Tapi bila masuk zaman lewat remaja, bila cikgu marah kita rasa bersalah pulak. Mereka dah semangat nak mengajar, sekali anak2 murid tak siap homework pulak...

Masuk zaman awal dewasa, persepsi marah itu berubah lagi. Kali ini, marah kita lebih banyak terpendam. Kita tak boleh sembur orang sesuka hati. 

Kadang, marah itu kembali ke zaman budak2. Marah = menangis. Cuma zaman kanak2, kita dimarah lalu kita menangis. Tp zaman dah besar, kita marah orang maka kita pula yang menangis. Pedih dalam hati. 

Entahlah. Orang kata bila dah jadi doktor nanti akan selalu kena marah. 

Kitaran. Dan persepsi akan terus berubah. Percaya pada Allah atas segala takdir terbaik. InsyaAllah. 

Monday, March 10, 2014

What i want to say about flight journeys

- bismillah -

Sincerely saying, i think the most responsible persons i have ever met are the captains of every flights (which i and you were all happened to board). 

Whenever there is/are turbulence(s) resulted by the weather outside, they are the first to command us to sit/ buckle up searbelts, for our safety, before we could think it was danger sign. Without any wait nor a second passes. 

And a captain will be the first and the last person to greet us with warm welcome and concise information. "Hello i'm the captain speaking, welcoming you the airlines, flight bound to x, with the sky expected to be clear and we will be reaching x by y pm local time..." 
And not to forget upon reaching our destination, "This is the captain speaking. We are about to land in 1 hour at the z airport. We would like to congratulate everybody on the plane upon boarding with our airline."
Or something like this upon landing,
"We have reached the z airport at local time xyz, all passengers should remain seated until the seatbelt sign has been turned off. Have a nice stay in z and hope to see you soon in your next flight.."

And i remember the one who i respect the most, the captain when i boarded the egypt air airline. He started with bismillah, then the doa (prayer) for a safe journey. He was being an imam (a leader) which lead the whole cabin pax to remember Allah. 

There is also one airline i found which aired the doa in arabic together with the english translation. (I dont remember which plane -.-)

It is not be because the captain is an arab that he can recite the doa, other muslim captains can also done that too in the first place. And i dream of hearing bismillah and doa from muslim flight captains for each flight i board the next times. 

Alhamdulillah, Allah let me to board some flight of about 20 times in four years count. Where each and every flight has their own worries placed in my mind... Upon crossing the indian ocean, upon reaching the seychelles, there will be minor turbulences experienced on board. It was very stressful if we happened to be inside the lavatory when the plane suddenly shaken and captain asked to remain seated with seatbelt. Hoho

With the mh370 unexpected incident, i may not have a close relative, but i do feel the impact and maybe pain and worries for any possibilities that arise.  With me boarding return flights to KL from this country i'm staying on any semester break for each year, the news left me trembling and crying out of fear each time i think about taking another journey back home or go travelling. 

Because all my long hours flights journeys were all with the B777. 

The same plane, the same experience being inside, the same screen and electronis device, the similar possible risks, and the repeated ignitions of worrying thoughts. 

Long ago, when i was in my standard three in primary school, i told my teacher that i want to be a stewardess. She was very shocked and i knew she didnt seem to show aproval nor praise. I was clueless. It was then after that that i knew being a stewardess means i cannot be the way i am now. I have to dress and work like what my company told me. 

Well, back to my childhood story. It is not because i wanted the be or dressed the way they are, but it was because i was very eager and wanted to fly so much in the plane. I wanted to board flights as many as i could to any part of the world.

And alhamdulillah, Allah grants me with those opportunities (to board many flights) without me having to become a stewardess. :)

In islam, and for all human beings, Allah the Most Merciful, the Creator of all, reminds us in the quran,
"you will never know which part of the earth you will die..." located in the last verse of chapter Luqman (31). This reminds us that Allah has the ultimate power and knowing of how, when and even where would we face the deaths. 

Believing that His mercy is far wider than His wrath, let us seek for His guide and blessing for every step and situation we are in. Because He knows and plans the best for all the creatures. Surely He holds the future of any input and outcome. 

May Allah bless us. 
#pray for the ease and Allah's help with the mh370. 

Thursday, March 6, 2014

- bismillah -

Medik ni bukan untuk orang pandai saja, tapi untuk orang bijak.

kata2 kawan saya. padu.
dunia ini persaingan!

Bila kita akan kembali

Hanya pada Allah tempat kita bergantung. Jika ditakdirkan kita hilang segalanya dalam dunia ini, atau kita yang menghilang, maka harta duni...